Feeds RSS

2.24.2012

Tanggal 6 Februari 2012,

Tanggal sudah berlalu 18 hari sebelumnya. Sungguh luar biasa, waktu berjalan. Tuhan juga bekerja tidak main - main. Banyak hal yang luar biasa yang Ia siapkan.
Semalam sebelumnya, diri tidur.
Banyak kepikiran tentang ketakutan ga jelas, gugup, dan khawatir, serta berusaha ikhlas kehilangan seorang saudara yang sedang menahan maut di sungai.

Pergi ke kampus.
Hayo ma, kita pergi. Kalimat itu saja yang mampu diri ucapkan dengan semangat. Selebihnya, ketakutan dan ketidakyakinan saja.
Makan pagi di nasi kuning, rasa - rasanya enak, apalagi ada mama.

Tiba di kampus.
Sampai kampus, masih saja kosong karena pada kuliah dan sibuk masing - masing. Luar biasa, gugup itu lebih kencang untuk tahu saja.
Huff. Ma, kita pulang saja!
Mama bergosip dengan dosen. Heya, buka saja semua kartu diri.

Bentar lagi.
Keliling, keliling lagi. Mondar, mandir dulu, demi kehidupan yang lebih baik. Oh, tidak!

Sidang!
Whuaah..luar biasa. Diri cuma bisa menahan gugup dan cengenges. pengen ketawa kenceng, ga bisa, mau nangis - nangis ga jelas, ngapain! Berharap ada lelakiku di sana, tapi risikonya sama dengan diketawain. Ngga mau!
2 Jam berjalan, satu per satu pertanyaan coba dijawab. Ngga tau ya jawab ga tahu. Masa sok tahu. Judul kepanjangan, di TA ternyata ada yang lebih aneh. Dosennya ga tahu, tapi diri dibilang sok tahu. Nah loh, tapi lihatlah, Tuhan memang baik! ketahuan kan. hehehehe..:D
Luar biasa, saya tidak tahu menjelaskan reaksi piritnya terhadap air, supaya bisa menjadi air asam tambang.
Puji Tuhan, selesai!

less than 10 menit after..
Sidang selesai, diri keluar dan bermain dengan mama. Terima kasih mama, diri ini bisa. Bisa ngga jawab juga. Asikkan! Terima kasih mama udah ditemenin.

After that..
Kamu lulus! Yes, thanks God.
Nilai A. Terima kasih Tuhan Yesus.


2.11.2012

6 Februari 2012,



Post ini adalah pertama di tahun 2012.

Post ini adalah untuk sahabat KMPA Ganesha ITB diri. Angelina Yofanka.
Selamat jalan untukmu.
Jadi malaikat kecil Tuhan di sana.

Teringat waktu,
ini sudah saatNya.

-I will see you in another life. When we're both cats (@angelinayofanka 21 Januari 2012)

7.07.2011

Juli

Selamat datang juli.

Diri sudah lama sekali tidak menuliskan sesuatu, segala yang ingin ditulis hanya disimpan dalam kertas - kertas atau pikiran dan ide yang disimpan dengan apik. Semua sangat disayangkan. Diri ini menulis kembali, tetapi hati ini tekadnya kalah kuat dengan sikap dan kemauan tubuh yang lebih bahagia untuk tidur.

Tidak semua orang bisa melakukan hal yang disukai bersamaan, bukan?
Diri harus belajar menata diri dengan baik dan benar. Target 1, 3 dan 5 tahun itu bukan permainan tentang menuliskan keinginan saja. Diri ingin semua ini menjadi bagian bersama dengan lelakiku. Bersama, kami akan mencapai semuanya dengan indah. Keinginan adalah wujud suatu harapan. Akan tetapi, bedakan porsinya dengan nafsu. Sesuatu yang terarah ini pada akhirnya bisa membuahkan suatu harapan dan tekad untuk mencapainya. Tetap, semua bergantung pada porsi masing - masing pribadi.

Menulis adalah bagian dari bercerita langsung yang sangat apik sensasinya. Banyak hal yang bisa dituangkan meskipun tata bahasa menjadi nomor dua dulu ketika sedang meluapkan segala yang ada di pikiran. Memelihara semangat dan tekad untuk menuangkan itu adalah nilai plus yang harus terus dipelihara. Semangat, percaya diri, tekad, dan melakukannya adalah hal yang berharga! Pada masa sekarang, itu bukanlah hal mudah diperoleh. Semua orang tidak selalu memilikinya, maka bersyukurlah ketika diri masing - masing masih bisa memilikinya.

Mari songsong Juli dengan kebahagiaan, terlebih adalah dengan rasa syukur yang luar biasa dalamNya.
Juli sudah ada di tengah tahun, di hitungan lebaran, bentar lagi sudah mau puasa aja. Mari persiapkan diri masing - masing buat setiap pribadi. Yang puasa mulai berbenah diri. Yang tidak puasa pun lebih mempersiapkan diri dan semakin berbenah terhadap diri sendiri. Bersyukurlah masih ada orang - orang yang mengingatkanmu akan keadaan dirimu sekarang.

6.14.2011

Selamat atas kelahiran Noah.


Begitu berbahagia di Juni.
Saya harus lebih bisa rajin buat menulis. Kesempatan banyak terbuka.

Miss u so much lelakiku,

5.28.2011

Rasa - rasalah apa kesalahanmu di penghujung waktu!

Kalimat di atas menggambarkan tidak ada kesempatan kedua untuk sebuah kesalahan apapun yang pernah dilakukan. Jika seseorang harus hidup seolah besok dia akan dipanggil menghadap yang Kuasa, berarti tidak ada tempat sekecil apapun untuk orang itu bersalah. Itu definisi subjektif yang saya punya!

Sebagai seorang scorpio, saya rasa ini benar. Seorang scorpio tidak pernah mentolerir sedikit pun kesalahan pada tindak tanduk yang ia lakukan. Akan tetapi, apakah benar cara ini?

Kedua pernyataan tersebut timbul dari kebingungan atas segala sesuatu yang terjadi akhir - akhir ini. Kesalahan seperti sesuatu yang menjadi hal menyebalkan dan membuat renggang segalanya juga. Manusia renggang dengan Tuhan karena kesalahan mereka kan? Pasangan putus dan berpisah karena kesalahan kan? Orang dihukum mati pun karena kesalahan kan?

Jadi kenapa kesalahan dijadikan sebagai sesuatu yang terus menghantui orang - orang yang ingin hidup damai. Manusia dikatakan wajar ketika mereka melakukan kesalahan. Tetapi, prakteknya kesalahan itu tidak pernah mendapat permakluman seperti kalimat di atas. Semua orang memiliki sisi prefeksionis yang mengakibatkan semuanya menjadi tidak seimbang. Pada akhirnya, semua orang sama saja tidak boleh bersalah sama sekali.
Itu kesimpulan bodoh yang akhirnya saya temukan.

Akan tetapi, apakah ini benar adanya? Karena semua seharusnya seimbang dan harmonis diciptakan di dunia ini sebelum kondisi ini tercoreng. Saya hanya tetap bingung dengan kondisi ini. Adalah maklum jika manusia melakukan kesalahan. Akan tetapi, dalam kegiatannya kesalahan adalah kesalahan. hahahaha

Terus, apa lagi yang bisa dilakukan sekarang. Manusia - manusia mati kah?

Saat mengenal seseorang sering kali akan menimbulkan kesan. Tidak semua kesan yang tersisa pun adalah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Akan tetapi, hal ini adalah mutlak dan tidak bisa dipungkiri.

Ada yang mungkin berpikir bahwa kesan pertama akan sangat menggoda atau kesan pertama yang sangat berarti dan selanjutnya anda yang menentukan. Apakah ini benar? hhahahaha

Tidak semua hal bisa dinilai dari pertamanya mungkin! Semua hal memiliki suatu kesatuan dan sebagian tidak akan mewakili kesatuan itu. Ibaratnya sampel pada uji triaksial. Kalau sampel yang diambil, tidak banyak memiliki struktur pada tubuhnya, pasti hasil uji akan bagus. Rasanya juga begitu pada manusia. Ketika melihat bagian yang baik saja, pasti di mata akan melihatnya totally you're good guy. Apakah ini bisa mewakili keseluruhan tanpa ada niat untuk mengenalnya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Kegagalan penilaian selama inilah yang seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa di akhir. Mungkin juga akan diikuti penyesalan ataupun tindakan masa bodoh.

Kenyataannya, manusia merasa tidak memiliki cukup waktu dan ketertarikan yang sama terhadap seseorang untuk melakukan penilaian yang sesungguhnya. Inilah yang pada akhirnya selalu menimbulkan salah persepsi di akhir dan kekecewaan. Salah satu sifat manusia yang mendukung terjadinya hal ini adalah sifat berharap!

Pengharapan adalah sesuatu yang baik pada dasarnya asalkan penempatannya pun tepat pada sasaran. Kondisi yang terjadi adalah pengharapan adalah sesuatu yang kebanyakan berakhir menyakitkan karena letaknya tidak pada tempatnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menempatkan pengharapan terhadap sesuatu dengan baik dan benar. Adanya kecenderungan untuk menaruh harapan kepada mereka atau sesuatu yang menurut pandangan mata secara objektif adalah benar. Praktiknya, hal tersebut justru menghasilkan kegagalan dan berakhir pada tangisan sesaat.
Kondisi ideal yang seharusnya adalah manusia tidak seharusnya berharap pada manusia dalam apapun bentuknya. Manusia ke manusia hanya terbatas pada kepercayaan, bukan pengharapan. Manusia adalah makhluk mengecewakan, terlebih manusia lain yang menilai pun memiliki kesalahan persepsi terhadap apa yang dijalani selama ini.

Manusia tidak memiliki waktu dan keinginan yang sama saat mengenali sekitarnya, mungkin ada yang ingin. Akan tetapi, banyak yang tidak berkeinginan. Semua hanya sebatas kondisi kepentingan apa mereka terlibat saja. Dunia ini keras loh!
Itu yang terjadi. Dunia juga bukan surga! Dunia bukan tempat keseluruhan orang yang bisa jujur terhadap diri mereka dan orang lain. Dunia lebih identik dengan derita dan perang kepentingan.

Oleh karena itulah, mengenal sepertinya bukan menjadi kebutuhan utama. Kehadiran mereka hanyalah pelengkap untuk mencapai tujuan yang sedang ingin digapai. Hal ini merupakan sesuatu yang biasa, tetapi tidak disadari secara nyata karena semua orang merasakannya dalam dosis yang berbeda.

Ini cerita pendek di akhir bulan Mei yang tinggal hitungan lima jari.
Mungkin kalau pendek berpikir, pasti tinggal kabur aja nih kampus. hahaha.. Punya tiket buat istirahat itu ternyata simalakama banget.
Sempat dirawat intesif pada awal bulan hingga pertengahan, memberikan kesempatan yang terbuka lebar untuk memiliki waktu tidur yang lebih banyak. Semua hal dibatalkan demi sesuatu yang disebut dengan pemulihan atau bahasa keren lainnya penyembuhan. Pada awalnya, menyenangkan, ya setidaknya bisa dikatakan demikian, di saat semua orang berpikir keras untuk tugas dan ujian, badan terkulai menikmati istirahat panjang sepanjang waktu.
lay down.lay down.lay down.lay down.
Senandung indah sepanjang masa istirahat di atas tempat tidur beralaskan tripleks keras demi kesehatan yang lebih baik. Ini bukan cerita indah seperti bayangan dulu sebelum semuanya kejadian. Setiap berharap selesai duluan, ternyata jadi terakhiran juga. hahaha.. Hal ini benar - benar memukul dan sangat menakutkan karena ada tekad kuat untuk menyelesaikan kuliah segera. Semua akan diputuskan semester ini, kegagalan terjadi artinya belakangan lagi beresnya! dan itu akan jadi yang ketiga dan sangat menakutkan untuk saya! Tidak!!!

Berangkat dari ranjang tempat tidur yang semi nyaman, saya berlari kembali ke dunia nyata. Saya kembali ke dunia mahasiswa yang saya bangun dengan versi saya sejak dulu. Kesibukan awal adalah adaptasi kesehatan dengan kondisi lingkungan kampus yang kejam, karena tidak ada lift sama sekali sedangkan saya masih tidak kuat untuk menaiki tangga dan semua urusan kuliah minimal ada di lantai 2. Bagus!
Semua dimulai dari hari Rabu setelah cuti bersama - sama saya dan pemerintah yang panjang. Satu per satu menemui dosen bersangkutan, meskipun dalam hati masih ingin berbaring mengikuti keinginan badan yang terus saja memukuli setiap segmen ruas tulang belakang. Hal yang sangat menyebalkan bahwa setiap hari harus memakai semacam besi di belakang tubuh agar lumbal tidak semakin tertekan berat tubuh dan dia tidak semakin berlari keluar dari tempatnya. Sukses setiap hari harus menahan rasa sakit, menahan tangisan karena ingin liburan, dan menahan keinginan bermain dengan lelakiku menghasilkan ketidakjelasan yang terjadi saat ini.

Ya, cerita pendek ini malah menjadi suatu cerminan kebodohan di saat yang tidak tepat. Atau mungkin bisa dikatakan sebagai refleksi kesombongan yang berakhir duka, serta kemanjaan diri yang berakhir derita.

Rasa ingin lekas selesai duluan mengakibatkan dua jalan sekaligus tertutup. Pada akhirnya, menjelaskan pada saya bahwa kamu harus jadi yang terakhir bukan yang pertama. Kejadian pertama adalah praktikum PBG. Semua telah saya setting sedemikian rupa supaya saya lekas selesai duluan, tetapi musibah datang dan pada akhirnya selesai paling akhir juga. Kondisi kedua, pada saat UAS. Jadwal saya sangat mendukung bahwa sebelum 20 Mei saya akan selesaikan semua tugas dan UAS, tetapi sekali lagi musibah mengubah semuanya. Sampai hari ini, saya bahkan belum menyelesaikan 3 tugas besar dan 3 UAS. Akankah peristiwa ketiga terjadi dengan kuliah saya secara umum? Karena saya benar - benar ingin menyelesaikan kuliah saya dalam 3,5 tahun yang artinya bulan Desember ini semua harus selesai 144 sks dan sidang skripsi. Akan tetapi, apa mau di kata, masih ada 10 mata kuliah semester ini yang belum memberi kepastian lulus. Saya sedih! Saya takut!

Mungkin di awal tertawa saya adalah menertawakan diri sendiri. Sesuatu yang sangat jelas saya lakukan dan tidak menyadarinya. Sekarang, saya hampir menangis lagi. Mungkin orang - orang berusaha memahami diri mereka, tetapi saya tidak demikian. Diri saya senang sekali mencobai saya. Tidak! Tampaknya keinginan saya yang terus mencobai saya dan akhirnya menjatuhkan mental saya sendiri.
Sampai tulisan ini diturunkan, saya hanya merasakan kesedihan dan ketidakjelasan. Saya bingung harus mengerjakan apa. Meskipun, di satu sisi tugas dan uas saya belum beres. Selayaknya, mereka yang dibereskan terlebih dahulu, tetapi ego saya tidak menginginkannya. Saya ketakutan dengan semuanya. Mungkinkah saya mengulangi kesalahan dulu dengan tidak lulus mata kuliah lagi?
Saya tidak menginginkan itu. Tetapi, apa yang bisa saya lihat di masa datang yang jadi rahasiaNya.

Cerpen ini menyedihkan. Kapan seseorang bisa membangun dirinya dengan lebih baik ketika mereka hanya menatap kegagalan yang sama terus - menerus dan menduga - duga sesuatu yang tidak pasti. Kerjakan bagianmu sayang!

Pepatah ini lebih tepat dalam menjawab sesuatu yang baik, yaitu Give your best, let God do the rest.